Apa Itu Rumah Subsidi, ? (Penjelasan Lengkap)

apa itu rumah subsidi?

Cileungsi,RumahSubsidi.Net – Ada Baiknya Kamu Tahu Apa Itu dan apa saja syarat-syaratnya sebelum kamu memutuskan untuk bisa memiliki Rumah Subsidi.

salah satu program andalan pemerintah, Sejak Joko Widodo Terpilih menjadi presiden, adalah program 1 juta rumah, dalam salah satu agenda program kerjanya, terutama untuk mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah.

Presiden Jokowi melalui Kementrian Pupr, Menjanjikan apabila program ini mempunyai harga yang sangat terjangkau, Bagi masyarakat yang ingin memilikinya.

Namun apa itu rumah subsidi?, apa yang di subsidi?, apa saja syarat2nya?, bagaimana cara memilikinya?, dan di mana saja lokasinya?? berikut penjelasan lengkapnya :

KPR Subsidi Memiliki Batas Harga Jual Dari Pemerintah

Mungkin semua developer bisa membangun rumah, tapi tidak semua developer bisa ikut serta menyediakan rumah murah, karena ada batas maksimal atau ketentuan harga jual yang sudah di tetapkan oleh pemerintah,

dan batasan harga jual ini harus dipatuhi oleh semua developer yang ingin berkontribusi untuk membangun Hunian Untuk masyarakat berpenghasilan rendah, tujuannya tidak lain dan tidak bukan ya biar Hunian ini bisa terjangkau oleh golongan masyarakat yang bergaji setara upah minimum regional yang menjadi target sasaran pemerintah

Harga jual program KPR Subsidi untuk tahun 2021 ini sudah ditetapkan oleh pemerintah, maksimal 168 Juta untuk lokasi di pinggiran jabodetabek, karena harga tanahnya masih cukup masuk akal, untuk mengikuti program ini.

dan beberapa lokasi hunian terjangkau di pinggiran ibu kota ini antara lain :

Seperti Cileungsi (Bogor Timur), Srimahi (Tambun Utara), atau bila anda sedang mencari di daerah bogor barat ada ciseeng, Cibungbulang, Daru Atau Tenjo Atau Daerah Tigaraksa, kemudian ada daerah Maja, Atau Balaraja Untuk Kabupaten Tangerang

Rumah Subsidi Itu Yang Di Subsidi Bukan Rumahnya, Tapi Suku Bunga Nya

Satu Hal Yang Harus Di Pahami bahwa suku bunga kpr atau boleh di bilang margin atau keuntungan bank yang di ambil untuk kredit rumah non subsidi itu berkisar antara 9-12% Per tahun

sedangkan kpr subsidi bunga atau margin Keuntungan Bank yang sudah di tetapkan oleh pemerintah sebesar 5% per tahun,

Untuk memberi gambaran perbedaan antara kedua jenis perbedaan Kpr Tersebut Simak Tabel Berikut :

Perbedaan Angsuran Kpr Subsidi & Non Subsidi

Terlihat bukan perbedaannya? dimana angsuran untuk hunian subsidi lebih terjangkau, dan perlu teman-teman ketahui untuk rumah2 non subsidi tidak ada yang harga jualnya 168 juta, minimal sekitar 220 juta ke atas

Dan di atas itu simulasi angsuran untuk bunga atau margin 9%, atau dengan kata lain angsurannya akan lebih banyak dari yang simulasikan di atas, “apakah ini berarti cicilan untuk rumah komersil lebih mahal?”, ya tentu saja sudah jelas dan sudah pasti harga rumah untuk non subsidi tidak terjangkau untuk yang bergaji “UMR”.

Dp Bisa Berbeda-Beda Tergantung Lokasi

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Pada prinsipnya harga jual rumah subsidi itu sudah ada plafon maksimum atau harga Jual yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Jadi harga jual sudah pasti sama.

Permasalahannya, tidak semua lokasi harga tanah, yang merupakan modal awal developer itu harganya sama. Jadi kuncinya ada di harga tanah Di suatu lokasi atau daerah.

Lokasi yang penduduknya lebih padat tentu saja harga lahannya lebih mahal dibanding lokasi yang aksesnya “agak jauh” dan tidak terlalu padat penduduknya.

Dan lahan2 yang harganya “terjangkau” bagi developer untuk membangun rumah murah ini rata2 di pinggiran kota,

jadi jangan tanyakan lagi ya kenapa rumah subsidi tidak ada di pusat kota, selain lahannya tidak ada, ya karena seandainya ada harga lahannya ya sudah di atas rata2

Nah untuk mengejar perbedaan selisih harga lahan itu, mau tidak mau ya developer putar otak supaya nilai jual rumah tetap masuk plafon harga jual rumah subsidi yang sudah di tentukan oleh pemerintah.

Salah satunya ya dengan menaikkan DP. Meskipun DP sebetulnya mendapat subsidi juga dari pemerintah. Tapi sebetulnya itu hal yang wajar, mengingat kenaikan harga lahan yang luar biasa cepatnya. Jadi memang tidak bisa disamaratakan DP antara satu lokasi dengan lokasi lainnya.

Faktor lainnya tentu saja dari kualitas dan fasilitas yang disediakan oleh developer. Sbg contoh misalnya perumahan itu membangun RTH(Ruang Terbuka Hijau) lengkap dengan sarana bermain. Itu butuh biaya yang salah satunya dibebankan ke komponen DP.

Facebook Comments Box

Leave a Reply