Agar Pengajuan Kpr Di Terima Oleh Bank

kpr rumah subsidi di acc
Agar Pengajuan Kpr Di Terima Oleh Bank

Bagaimana Agar Pengajuan Kpr Di Terima Oleh pihak Bank? Apalagi Kamu ingin mengajukan kpr rumah subsidi, tapi masih ragu, melalu artikel ini akan kami jelaskan kenapa Ada beberapa penyebab mengapa pengajuan KPR ditolak oleh pihak bank. Alasan yang paling umum dan sering terjadi adalah syarat tidak terpenuhi

Siapa yang tidak ingin untuk bisa memiliki rumah sendiri?. Sebuah rumah yang mampu menjadi tempat tinggal bagi keluarga kecil yang baru kita bangun. Sungguh indah bukan kalau kita mempunyai rumah sendiri? Kita bisa bergerak lebih leluasa dan bertanggung jawab penuh terhadap keluarga. Kita pun tidak perlu merasa sungkan lagi ketika ingin melakukan sesuatu. Pokoknya tidak seperti saat masih mengontrak apalagi tinggal di rumah mertua

Namun masalahnya yaitu harga rumah sekarang mahal sekali. Bahkan untuk sekelas rumah yang paling sederhana pun harganya sudah mencapai lebih dari Rp 150 juta. Apalagi untuk rumah-rumah yang berada di tempat strategis atau rumah di lingkungan perkotaan, harganya sudah tidak wajar lagi. Gaji yang pas-pasan rasanya tidak mampu untuk membeli sebuah unit rumah. Menabung pun percuma karena selalu diambil ketika kita sedang butuh uang.

Untungnya pemerintah mengambil inisiatif untuk membantu rakyatnya dengan mengadakan program KPR Subsidi (Kredit Kepemilikan Rumah). Yang sangat membantu kita dalam mendapatkan rumah dengan mekanisme pembayaran yang lebih ringan. Di sini kita akan bisa membeli rumah secara kredit. Pembayaran angsuran biasanya dilakukan setiap bulan dengan jangka waktu sampai 10-20 tahun. Hal ini jauh lebih ringan daripada membeli rumah secara tunai.

Proses mengajukan KPR Subsidi memang gampang-gampang susah. Terkadang dibutuhkan sedikit ketelitian agar pengajuan pembiayaan rumah atau KPR Subsidi tersebut berhasil dengan sukses. Tapi tenang, tips2 di bawah ini bisa menjadi patokan apakah aplikasi KPR yang anda ajukan di-approve oleh bank!

Bi Checking bersih

ini yang menjadi tolak ukur atau penilaian pertama dari pihak bank, sebelum menyetujui pengajuan kpr mu, dengan melihat Bi Checking atau riwayat calon debitur/nasabah sebelumnya ketika melakukan pinjaman,apakah history pinjaman sebelumnya lancar atau tidak, mengenai apa itu bi checking, sudah di bahas pada artikel sebelumnya,

Intinya sih sebelum memberikan pinjaman bank menilai karakter seseorang melalui Bi Checking, Tidak mungkin bukan kita memberi pinjaman kepada seseorang yang mempunyai riwayat pembayaran yang buruk di masa lalu

apalagi notabene orang itu tidak kita kenal sebelumnya, kadang meminjamkan uang pada seseorang yang kita kenal saja masih mungkin terjadi kemungkinan terburuk apalagi kalau tidak kita kenal bukan?

Mempunyai Masa Kerja Minimal 2 tahun

Kontrak kerja seorang karyawan ternyata mempengaruhi dalam setiap proses pengajuan kredit. Status karyawan tetap jelas lebih diuntungkan dibanding karyawan kontrak. karena di anggap lebih stabil dalam hal penghasilan, Namun jangan berkecil hati bila kamu hanyalah seorang karyawan kontrak, pengajuan kpr subsidimu juga tetap bisa di acc dengan syarat masa kerja mu minimal sudah 2 tahun.

Penghasilan Tidak Lebih Dari 8 Juta Rupiah

untuk tahun ini definisi masyarakat berpenghasilan rendah oleh pemerintah, adalah mereka yang berpenghasilan setiap bulan tidak lebih dari 8 juta rupiah. jadi kalau penghasilanmu di atas itu, ya mohon maaf tidak bisa memenuhi syarat untuk mengajukan kpr subsidi. dengan kata lain kamu bisa di acc kalau mengajukan kpr non subsidi

Usia Pemohon Minimal 21 Maksimal 40

kenapa usia pemohon minimal 21? karena mengajukan kpr adalah perbuatan hukum atau dengan kata lain sesuatu yang menimbulkan konsekuensi hukum, tapi bukan berarti ini menyebabkan kamu di penjara ya, bukan itu 😁😁😁 maksudnya orang yang telah berumur minimal 21 itu sudah bertanggung jawab kepada dirinya sendiri secara hukum, Jadi kalau ada apa2 sama kreditmu ngga bisa bayar misalnya, yang nanggung ya kamu bukan orang tuamu

dan usia pensiun rata2 karyawan yang di akui pihak bank adalah 55 tahun, karena rata2 tenor kredit itu 15 tahun, mangkanya pas, kalau kamu mengajukan kpr saat usiamu 40 di umur 55 ketika kamu mengajukan kpr rumahmu sudah lunas

Belum Pernah Punya Rumah Sebelumnya Dengan Cara Kpr

tentu saja Program ini di prioritaskan kepada masyarakat yang belum pernah memiliki rumah sebelumnya, dengan catatan dulu kamu beli rumahnya dengan cara kpr juga, jadi kalau kamu sekarang udh punya rumah tapi hasil dari warisan, hibah atau undian berhadiah itu ngga termasuk 😄

Sedang Tidak Memiliki Angsuran Berjalan Di Atas 1 Juta Rupiah Sebulan

Ada rasio batas penghasilan ketika sedang mengajukan kredit, di mana dari total penghasilan yang kita miliki rasionya tidak lebih dari 30%, lalu bagaimana cara menghitungnya?

Sebagai contoh apabila penghasilanmu sebulan sebesar 5 Juta cukup di kalikan dengan 30% nya atau sama dengan 1,500,000.

1,500,000 adalah angka batas maksimal dari penghasilanmu untuk membayar angsuran kpr setiap bulan.

bagaimana bila kamu memiliki angsuran?, anggaplah misalnya kamu sedang mencicil gadget atau handphone yang sebulannya sebesar 300.000

Berarti 1,500,000 tadi di kurangi 300,000 hingga di dapat angka 1,200,000, ingat semakin besar cicilan yang kamu miliki, maka semakin sedikit juga berarti sisa kemampuan yang kamu miliki untuk mengangsur rumah

Banyak orang sering terlewat di poin ini karena merasa memiliki history bi checking yang lancar, namun terkendala dengan cicilan atau angsuran yang sedang berjalan. karena sisa kemampuannya ternyata tidak cukup untuk memenuhi ambang batas minimal untuk membayar angsuran.

kamu merasa 6 kriteria di atas sudah terpenuhi???, selamat!!!! kemungkinan 90% pengajuan kpr mu pasti di terima 😄😄😄 pastikan juga kamu selalu berkomunikasi atau selalu berkonsultasi dengan tim marketing di mana kamu sedang mengajukan kpr subsidi ya, sampai pengajuan kpr mu di acc atau di terima oleh pihak bank

atau bila kamu sedang mencari rumah subsidi dan bingung mau nyari di mana kenapa ngga cari rumah subsidi di cileungsi aja bisa klik link berikut, sampai jumpa di artikel berikutnya ya

Rumah Subsidi Terdekat Dari Domisilimu Saat Ini

rumah subsidi terdekat
Sedang Mencari Rumah Subsidi Terdekat Dari Tempat Tinggalmu?

Apakah Saat Ini Kamu Sedang Tinggal Atau Merantau Di IbuKota Jakarta?, Dan sedang mencari rumah subsidi terdekat dari tempat tinggal atau kerjamu saat ini, Seiring berjalannya waktu mungkin kamu merasa bosan dan jenuh juga kalau harus bayar kontrakan tiap bulan, Apalagi saat kamu mendengar program KPR Subsidi dari pemerintah.

Rasanya seperti sayang juga kalau harus bayar kontrakan tiap bulan, sementara ketika melihat cicilan rumah subsidi, seperti berbeda sedikit dengan biaya kontrakan bulananmu, Bagaimanapun pikiranmu mungkin mulai sedikit terbuka.

Bayar kontrakan tiap bulan rasanya hilang begitu saja dan ngga ada bentuknya, sedangkan kalau kita agak “memaksakan” diri kita untuk mencicil rumah, suatu saat bakal ada bentuknya, dan setidaknya akan bernilai investasi suatu saat nanti, bukankah kita sering mendengar bahwa membeli rumah atau properti merupakan salah satu aset investasi terbaik hingga saat ini.

Pada prinsipnya harga jual rumah subsidi itu sudah ada plafon maksimum atau harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Jadi harga jual pasti sama, Permasalahannya, tidak semua lokasi harga tanah yang merupakan modal awal developer itu harganya sama. Jadi kuncinya ada di harga tanah Di suatu lokasi atau daerah.

Lokasi yang penduduknya lebih padat tentu saja harga lahannya lebih mahal dibanding lokasi yang aksesnya lebih jauh atau terbatas atau bahkan beresiko banjir. Nah untuk mengejar perbedaan selisih harga lahan itu, mau tidak mau ya developer putar otak supaya nilai jual rumah tetap masuk plafon Harga Jual Rumah subsidi.

Salah satunya ya mencari lokasi dengan harga jual tanahnya masuk di ambang batas untuk di bangun rumah subsidi, mengingat kenaikan harga lahan yang luar biasa cepatnya. Jadi memang tidak bisa disama ratakan harga lahan antara satu lokasi dengan lokasi lainnya.

Faktor lainnya tentu saja dari kualitas dan fasilitas yang disediakan oleh developer. Sbg contoh misalnya perumahan itu membangun RTH lengkap dengan sarana bermain. Itu butuh biaya yang salah satunya dibebankan ke komponen DP.

Well saya ngga menafikkan kalau rata2 rumah subsidi memang jauh, terutama bagi kamu yang tinggal di Daerah khusus ibukota Jakarta, biar gimana juga developer properti itu bukan lembaga sosial yang membangun rumah cuma-cuma untuk masyarakat Berbudget pas-pasan berjiwa sosialita, untuk mengejar profit margin, cuan atau keuntungan, mau ngga mau mereka memang harus mencari tanah di pinggir kota yang harganya relatif murah, agar batas harga jual yang sudah di tetapkan oleh pemerintah bisa di realisasikan oleh mereka,

Jadi buat kamu yang mencari rumah subsidi terdekat dari domisili atau tempat kerjamu saat ini, harus legowo kalau rata-rata lokasinya akan cukup jauh dari tempatmu saat ini khususnya bagi kamu yang saat ini tinggal di kota-kota besar khususnya Jakarta.

Bangun rumah subsidi itu ngga seperti developer rumah non subsidi yang bisa netapin harga seenak udel mereka, harga rumah subsidi sudah di tetapin sama pemerintah, kamu perhatiin aja semua harga rumah subsidi di pinggiran “mamah kota Jakarta”, pasti harganya sama semua dan saya jamin lokasinya juga sama jauhnya mau itu di barat, timur atau selatannya, jangan tanya di utara ya karena nanti kamu malah nyemplung di laut lepas, yang bedain paling cuma kualitas bangunan dan uang muka yang harus kamu bayar itu aja.

Setelah mendapatkan harga tanah yang sudah sesuai target mereka, ngga ujug2 mereka bisa membangun rumah subsidi, ingat ini bukan cerita Legenda Roro Jonggrang yang bisa bangun candi prambanan hanya dalam waktu semalam, tidak semudah itu fergussoo, developer wajib mengurusi segala macam perizinan hingga mereka bisa membangun rumahnya, yang sampai artikel ini ditulis perizinan yang harus di urus developer seenggaknya ada 12 tahap, mulai dari izin lingkungan, imb, izin prinsip, tata ruang, pemakaman dan lain2, yang kalo saya tulis di sini bisa sepanjang skenario “tukang bubur naik haji” nanti.

Seringkali saya mendengar omongan sinis dari mereka yang ngga terjun langsung di industri ini, berkata : “gileee gimana ngga cuan banyak jadi developer properti” beli tanah berapa, modal bangun rumah berapa, di jual berapa” rasanya saya ingin mentung ndengernya, karena realitanya ngga semudah itu juga, seperti yang sudah di tulis di atas tadi, bahwa setelah membeli tanah ada 12 izin yang harus di urus, dan yang namanya ngurus perizinan ya ngga jauh2 juga dengan yang namanya birokrasi,

Meski katanya pengurusan birokrasi di era ini katanya gratis, tapi itu ya hanya sebatas Retorika atau ucapan saja, karena realitanya rasanya ngga usah di pertanyakan lagi gimana ribetnya kita mengurus birokrasi di negeri ini, dari yang paling simple aja kaya sehari-hari kamu ngurus ktp, dukcapil, surat nikah atau apapun itu. kamu masih mengurusnya dengan gratis? atau harus ada “sesuatu” agar prosesnya lebih cepat?

Perizinan atau birokrasi sebenarnya mengambil “porsi terbesar” dalam komponen modal seorang developer ketika mereka memutuskan membangun sebuah properti, ngga seperti komponen lainnya misalnya harga tanah atau biaya bahan bangunan, yang dengan mudah di prediksi dan di estimasi,

Ibarat kata kalo kamu nyari semen di satu toko bahan bangunan, kalo harganya ngga masuk kamu tinggal ganti merk atau cari toko bahan bangunan lainnya yang menjual dengan harga yang pantas, kalo birokrasi mana bisa di tawar, kaya ibu2 nawar cabe atau bawang di pasar.

Sekarang bisa kamu bayangkan bukan apabila kamu seorang developer properti lalu ujug2 datang ke sebuah instansi untuk meminta izin sambil bilang : ” pak saya mau ngurus izin” tentu ngga sesimple as that, tentu ada deal2 khusus agar instansi tersebut bisa mengeluarkan izin untuk proyekmu, dengan lancar sentosa dan jaya semulus jalan tol,apalagi kalau mereka tahu kalau ini bisnis, dengan wajah tersenyum ketus aslinya mereka sudah teriak dalam hati : “cuan,,,,cuan,,,,cuan,,,,” celakanya itu baru 1 pintu guysss inget lagi tulisan di atas, bahwa ada 12 perizinan yang harus kamu urus,

Dengan santainya bisa jadi pejabat di instansi berwenang yang izinnya kamu urus cuma bilang : “Mau ayo ngga mau ya udah, biar proyekmu ngga jalan” kalo sudah gitu mau gimana? mau mundur? Kaya buah simalakama kan? sementara tanah yang kamu beli udah di bayar, ngga malu sama caption foto di sosmed yang kemarin kamu posting baru foto lahan aja kamu udah bilang : “bismilah, semoga lancar”

Puyeng2 dah tu pala wkwkwkwk, padahal baru mulai, jalan aja blum, laku aja ngga, di bangun apa lagi. cuannya aja belum kelihatan, udah banyak yang harus di keluarin, buat ngurus segala macam, mangkanya kalo kamu berpikir jadi developer properti itu untungnya banyak, saya cuma mau bilang : wake up man!!!! bukannya semua usaha memang gitu? lebih enak, lebih indah di lihat dan di dengar ceritanya daripada di jalanin?

Jadi buat kamu yang sedang mencari rumah subsidi terdekat, harus ikhlas kalau lokasinya rata-rata mungkin cukup jauh dari tempat tinggalmu saat ini, Tapi tolong di pahami juga suka ngga suka sebenarnya meskipun jauh, Menunda mengambil rumah bukan pilihan yang bijak, karena bisa jadi semakin kamu menunda maka bisa jadi kamu malah mendapatkan lokasi rumah subsidi yang semakin jauh.

Sebab tanah ngga ada pabriknya, ngga perlu khawatir sebenarnya meskipun saat ini kamu ambil rumah subsidi yang lokasinya jauh, karena infrastruktur di lokasi yang penduduknya semakin padat akan semakin baik, bisa jadi saat kamu ambil rumah di lokasi yang tidak kamu inginkan saat ini, suatu saat nanti lokasi itu akan di inginkan oleh orang-orang suatu saat nanti.

Dan saat itu “Mungkin” (kalau sudah ambil rumah murah loh ya) kamu bisa tersenyum bahagia karena merasa beruntung dulu kamu bisa memilikinya dengan harga murah, dan berkata dalam hati pada orang-orang itu : ” Dulu kemana aja pak bu waktu harga rumahnya masih murah? kebanyakan mikir sih, sekarang dapatnya makin lama makin ke pinggir kan” 😃😃😃

Apa Itu Rumah Subsidi, ? (Penjelasan Lengkap)

apa itu rumah subsidi?

Cileungsi,RumahSubsidi.Net – Ada Baiknya Kamu Tahu Apa Itu dan apa saja syarat-syaratnya sebelum kamu memutuskan untuk bisa memiliki Rumah Subsidi.

salah satu program andalan pemerintah, Sejak Joko Widodo Terpilih menjadi presiden, adalah program 1 juta rumah, dalam salah satu agenda program kerjanya, terutama untuk mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah.

Presiden Jokowi melalui Kementrian Pupr, Menjanjikan apabila program ini mempunyai harga yang sangat terjangkau, Bagi masyarakat yang ingin memilikinya.

Namun apa itu rumah subsidi?, apa yang di subsidi?, apa saja syarat2nya?, bagaimana cara memilikinya?, dan di mana saja lokasinya?? berikut penjelasan lengkapnya :

KPR Subsidi Memiliki Batas Harga Jual Dari Pemerintah

Mungkin semua developer bisa membangun rumah, tapi tidak semua developer bisa ikut serta menyediakan rumah murah, karena ada batas maksimal atau ketentuan harga jual yang sudah di tetapkan oleh pemerintah,

dan batasan harga jual ini harus dipatuhi oleh semua developer yang ingin berkontribusi untuk membangun Hunian Untuk masyarakat berpenghasilan rendah, tujuannya tidak lain dan tidak bukan ya biar Hunian ini bisa terjangkau oleh golongan masyarakat yang bergaji setara upah minimum regional yang menjadi target sasaran pemerintah

Harga jual program KPR Subsidi untuk tahun 2021 ini sudah ditetapkan oleh pemerintah, maksimal 168 Juta untuk lokasi di pinggiran jabodetabek, karena harga tanahnya masih cukup masuk akal, untuk mengikuti program ini.

dan beberapa lokasi hunian terjangkau di pinggiran ibu kota ini antara lain :

Seperti Cileungsi (Bogor Timur), Srimahi (Tambun Utara), atau bila anda sedang mencari di daerah bogor barat ada ciseeng, Cibungbulang, Daru Atau Tenjo Atau Daerah Tigaraksa, kemudian ada daerah Maja, Atau Balaraja Untuk Kabupaten Tangerang

Rumah Subsidi Itu Yang Di Subsidi Bukan Rumahnya, Tapi Suku Bunga Nya

Satu Hal Yang Harus Di Pahami bahwa suku bunga kpr atau boleh di bilang margin atau keuntungan bank yang di ambil untuk kredit rumah non subsidi itu berkisar antara 9-12% Per tahun

sedangkan kpr subsidi bunga atau margin Keuntungan Bank yang sudah di tetapkan oleh pemerintah sebesar 5% per tahun,

Untuk memberi gambaran perbedaan antara kedua jenis perbedaan Kpr Tersebut Simak Tabel Berikut :

Perbedaan Angsuran Kpr Subsidi & Non Subsidi

Terlihat bukan perbedaannya? dimana angsuran untuk hunian subsidi lebih terjangkau, dan perlu teman-teman ketahui untuk rumah2 non subsidi tidak ada yang harga jualnya 168 juta, minimal sekitar 220 juta ke atas

Dan di atas itu simulasi angsuran untuk bunga atau margin 9%, atau dengan kata lain angsurannya akan lebih banyak dari yang simulasikan di atas, “apakah ini berarti cicilan untuk rumah komersil lebih mahal?”, ya tentu saja sudah jelas dan sudah pasti harga rumah untuk non subsidi tidak terjangkau untuk yang bergaji “UMR”.

Dp Bisa Berbeda-Beda Tergantung Lokasi

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Pada prinsipnya harga jual rumah subsidi itu sudah ada plafon maksimum atau harga Jual yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Jadi harga jual sudah pasti sama.

Permasalahannya, tidak semua lokasi harga tanah, yang merupakan modal awal developer itu harganya sama. Jadi kuncinya ada di harga tanah Di suatu lokasi atau daerah.

Lokasi yang penduduknya lebih padat tentu saja harga lahannya lebih mahal dibanding lokasi yang aksesnya “agak jauh” dan tidak terlalu padat penduduknya.

Dan lahan2 yang harganya “terjangkau” bagi developer untuk membangun rumah murah ini rata2 di pinggiran kota,

jadi jangan tanyakan lagi ya kenapa rumah subsidi tidak ada di pusat kota, selain lahannya tidak ada, ya karena seandainya ada harga lahannya ya sudah di atas rata2

Nah untuk mengejar perbedaan selisih harga lahan itu, mau tidak mau ya developer putar otak supaya nilai jual rumah tetap masuk plafon harga jual rumah subsidi yang sudah di tentukan oleh pemerintah.

Salah satunya ya dengan menaikkan DP. Meskipun DP sebetulnya mendapat subsidi juga dari pemerintah. Tapi sebetulnya itu hal yang wajar, mengingat kenaikan harga lahan yang luar biasa cepatnya. Jadi memang tidak bisa disamaratakan DP antara satu lokasi dengan lokasi lainnya.

Faktor lainnya tentu saja dari kualitas dan fasilitas yang disediakan oleh developer. Sbg contoh misalnya perumahan itu membangun RTH(Ruang Terbuka Hijau) lengkap dengan sarana bermain. Itu butuh biaya yang salah satunya dibebankan ke komponen DP.